Total Tayangan Halaman

Kamis, 21 April 2011

Kartini...dulu dan sekarang.


Sejak TK tau bahwa tgl 21 April itu hari jeng Kartini.meski tanpa ku tau siapa perempuan berkebaya yang gambarnya sering ada di dinding  kelas,Pagi-pagi udah pada kumpul dihalaman sekolah dengan pakaian adat (27 provinsi pada saat TK),sanggul (segede butiran kelapa) kebaya (yang belahan dadanya agak kebawah karena kebayanya kegedean)dan kain jarik barong(kain samping) dengan bedak sari pohatji sewarna tepung dan lipstik tanpa merk warna merah cabe kalau dipake patah.


Dulu guru TK bilang, kalo gak ada kanjeng Kartini, cewek cewek belum tentu bisa sekolah seperti sekarang. Karena tugas perempuan itu hanya akan kembali kedapur dan melahirkan anak anak serta membesarkanya. Kalau sudah begitu, untuk apa sekolah?


Kartini sekarang digambarkan lebih modern.tidak hanya berkebaya, tapi juga bercelana jeans,legging,rok mini dan bikini tampil manis dan cantik.Kartini sekarang kalo bobo sukanya pake lingerie, bukan pake jarik lagi…hehehe…

Dulu denger Emasipasi,wah dahsyat banget dengernya apalagi dengan slogan “HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”konon ini kumpulan surat-surat jeng kartini sama noni belanda (sahabat pena nya jeng kartini)


Kartini sekarang rambutnya lurus dibonding,smooting dengan cat warna-warni,muka putih pucat tersapu pemutih kulit yang kebanyakan mercury,tattoo gambar bunga yang layu atau gambar gerbong kereta api,anting selusin memenuhi telinga,bibir,dan hidung. pasang headset dan memutar lagu kenceng geleng-geleng kepala.pakaian serba mini udel kemana-mana,belahan dada nyaris loncat,belahan pantat dan paha udah ga masuk gara-gara celana kekecilan.


Satu hal hari Kartini…hari wanita untuk wanita…hari yang katanya menjadi tonggak sejarah kaum wanita dan perubahan.tapi sekarang kenapa kebablasan (cari aja apa yang kebablasan itu dari kesetaraan hehehe...)

Menurutku, emansipasi yang Kartini junjung tinggi tinggi masih berada di bawah tata krama dan bahasa hati seorang perempuan. Bahwa pada dasarnya setiap perempuan dibekali budi pekerti dan perasaan yang lebih halus dari pria, yang seharusnya bisa menghasilkan prilaku tidak memalukan. Yang cenderung mengasihi sesamanya yang cenderung menuntun dan memeluk orang orang yang membutuhkan tanpa mencibirkan bibir tapi berpikir


Karena "kartini" sekarang  mungkin sama sekali gak ngerti apapun. Perempuan seperti itu cuma pantas di beri julukan: Tololnya Kepinteran!atau ga up to date lagi cita-cita ibu kartini...SELAMAT HARI KARTINI

Ps : maaf buat kartini-kartini modern kalian tetep wanita pembawa pembaharuan
saya tidak menulis prestasi kartini sekarang karena udah banyak yang nulis
gambar pinjem dari simbah google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar